Tentang Labuan Bajo, ini adalah sebuah kisah sedih dan harapan yang lebih baik. (Angan angan tentang sektor pariwisata berkelanjutan berdasarkan budaya setempat)

Saya pertama kali ke Labuan Bajo tahun 2009. Labuan Bajo sudah dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan eksotisme tanah Timur yang masih relatif “tidak tersentuh”. Pangsa pasarnya adalah tamu Eropa, yang mau menghabiskan waktunya untuk trekking berjam jam, melihat burung, Komodo, melihat mama mama menenun, membeli kain tenun, makan dengan pilihan menu yang sederhana, dan yang paling utama adalah mau tinggal di akomodasi akomodasi yang pelayanan dan arsitekturnya masih sangat sederhana. Dari semua jenis pengeluaran selama traveling di Flores, transportasi paling banyak memakan biaya, jika memilih menggunakan tour private dengan mobil. Jika ditotal keseluruhan biaya jalan jalan di Flores mengunjungi sebagian besar pusat destinasi wisata selama dua minggu, bisa habis 15 juta termasuk akomodasi, makan, belanja ala kadarnya, diluar tiket pesawat. Biaya ini jauh lebih mahal daripada biaya jalan jalan ketika saya berkunjung ke Kyoto, Jepang, salah satu destinasi wisata palin...